pesonagunung Burangrang tak kalah dengan gunung yang lain yang ada di indonesia. Disini anda bisa menikmati pemandangan yang indah yaitu disisi utara anda b Iniadalah pendakian kami di gunung Burangrang(Negeri dongeng) dan untuk jalur nya sangat curam dan berat bagi kalian yang baru pertama kali mendaki. Jika su GunungBurangrang via Legok Haji Kembali Dibuka, Ini Syarat Mendakinya. Berita / Informasi; 27 Juni 2020 07:21; Jalur pendakian Gunung Burangrang via Legok Haji resmi dibuka kembali mulai Jumat, 26 Juni 2020. Gunung yang berada di Bandung Utara, Jawa Barat Nah Areingers. Jalur pendakian gunung Burangrang ini ada 3 jalur, yaitu lego haji, Pos Komando dan Pangheotan. Dimana masing-masing dari jalur ini memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Jalur pendakian yang paling cepat dari ketiga jalur tersebut adalah jalur Legok Haji. Seperti pada umumnya, jalur yang paling cepat ditempuh pasti memiliki GunungBurangrang via Legok Haji Kembali Dibuka, Ini Syarat Mendakinya. 26 November 2021. Jalur pendakian Gunung Burangrang via Legok Haji resmi dibuka kembali mulai Jumat, 26 Juni 2020. Gunung yang berada di Bandung Utara, Jawa Barat dengan ketinggian 2.050 meter di atas permukaan laut (mdpl) itupun menerapkan persyaratan yang YaaaAlhamdulillah setelah lama berkelana baru bisa kembali lagi ke Gunung Burangrang dengan jalur favoritnya Legok Haji..Cuaca mendukung, cerah, dan Golden Jalurpendakian Gunung Burangrang via Legok Haji resmi dibuka kembali mulai Jumat, 26 Juni 2020. Gunung yang berada di Bandung Utara, Jawa Barat dengan ketinggian 2.064 meter di atas permukaan laut (mdpl) itupun menerapkan persyaratan yang harus ditaati oleh para calon pendaki. Ketinggiandari Gunung Burangrang mencapai sekitar 2.050 meter diatas permukaan laut. Gunung ini adalah gunung api mati yang terdapat di Pulau Jawa. Lebih tepatnya letak Gununh Burangrang berada di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.Gunung ini berada di selatan Gunung Tangkuban Perahu. Untuk menuju ke Gunung Burangrang sebenarnya gunungburangrang. Gunung Burangrang via Legok Haji Kembali Dibuka, Ini Syarat Mendakinya. Berita / Informasi; 27 Juni 2020 07:21; Jalur pendakian Gunung Burangrang via Legok Haji resmi dibuka kembali mulai Jumat, 26 Juni 2020. Gunung yang berada di Bandung Utara, Jawa Barat GunungBurangrang mempuyai ketinggian 2064 MDPL, terletak di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Berbatasan dengan Kabupaten Purwakarta dan Kota Bandung. Lokasi awal pendakian dimulai dari Basecamp Legok Haji dengan ketinggian sekitar 1400 MDPL. Tidak ada patokan harga yang ditentukan (sukarela), cukup membayar biaya parkir kendaraan (sepeda motor) sebesar Rp. 10.000. RgXGY. Bandung memang menjadi kawasan di Jawa Barat yang cukup mengesankan. Hadir dengan banyak Gunung di sekitar yang bisa kamu nikmati dan berdiri diatas puncaknya. Salah satunya adalah Gunung Burangrang yang mempunyai ketinggian kurang lebih 2050 Mdpl. Pemandangan yang disajikan disini membuat kamu tak bisa berkedip sedikit pun lho. Diantara beberapa jalur yang ada di Burangrang, kami mencoba melalui Legok Haji yang konon menjadi tempat favorit para pendaki. Jaraknyanya bisa dikatakan lebih pandek dengan waktu tempuh yang relatif singkat. Tidak heran bila setiap sabtu dan minggu, para pendaki akan memenuhi kawasan ini. Menuju Ke Basecamp Legok Hijau Menuju ke basecamp Legok Hijau pun tidak terlalu sulit. Kamu hanya perlu naik kereta api menuju ke Stasiun Cimahi. Saat ini, sudah banyak kereta yang akan mengantarkanmu kesana. Selanjutnya, kamu bisa naik angkot hijau, turunlah dipertigaan jalan kolonel Masturi Selanjutnya, naik angkutan kuning menuju ke sekolah polisi negara. Dari sini, kamu bisa naik truck pasir atau pick up menuju ke Desa pasir Langu. Tidak ada tarif, tetapi tidak ada salahnya bila kamu kasih untuk sekedar membeli bensin. Tidak ada biaya simaksi di tempat ini. Bahkan pos Basecamp juga tidak ada. Etape 1 Pendakian Sumber Gambar Google Maps Musafir Misqueen Disini, kamu tidak bisa menemukan Pos untuk beristirahat. Oleh karena itu, bila ada lahan yang cukup luas kamu bisa istirahat sejenak disana. Menariknya dari tempat ini adalah kamu akan disajikan dengan berbagai macam ilalang dan ladang. Jalur ini memang sedikit membingungkan. Oleh karena itu, mintalah bantuan para warga untuk menunjukkan jalur penjadiaknnya. Ada beberapa orang yang bersedia mengantarkan kamu menuju jalur pendakian tanpa melewati pos Tanah Mati. Hal ini memang psotif karena bisa mempersingkat waktu. Biasanya, jasa pengantaran mulai dari 15 ribu sampai 25 ribu rupiah. Perndakian Gunung Burangrang memang sedikit sulit, dimana kamu bisa melihat begitu banyak ilalang, dan kamu harus menerjang semak-semak yang ada disini. Jaraknya hanya 100 meter. Tetapi, sudah cukup mampu membuat kamu terluka karen, banyak duri yang tajam disana. Etape 2 Pendakian Oleh karena itu, jangan lupa bawa betadine dan obat-obatan lainnya bila ingin mendaki Burangrang melalui jalan ini. Selepas dari tumbuhan berduri, perjalanan akan sedikit landai untuk 1 jam pertama. Nah, setelah itu, kamu bisa menyaksikan langsung bagaimana ekstrimnya jalur Burangrang. Sumber Gambar Google Maps Andi Susandi Hendraprawira Kamu akan disambut dengan tanjakan dengan kemiringan bisa mencapai 75 Derajat. Sayangnya, kamu tidak bisa bergantung dengan akar pohon. Jadi, setidaknya kamu harus berjalan merangkak, perlahan-lahan hingga sampai ke atas puncaknya. Jangan lupa bawa perbekalan yang cukup terutama air. Sumber Gambar Google Maps Andi Susandi Hendraprawira Karena, sepanjang perjalanan kamu tidak akan menemukan sumber air. Bila kamu berangkat pada siang hari, panas terik bisa menjadi penghalang yang cukup besar dan berat. Berhentilah bila memang harus berhenti untuk mengatur nafas. Dengan sudut kemiringan 75 derajat tanpa adanya alat bantu. Menuju Puncak Sumber Gambar Google Maps Yusup Saeful Anwar Akhirnya, setelah melakukan perjalanan kurang lebih 4 jam sampai 5 jam lamanya, kamu bakal tiba di puncak Gunung yang merupakan sisa hasil dari letusan terbesar Gunung Sunda. Banyak pendaki memilih untuk tek-tok disini. Sebenarnya, Burangrang memiliki pesona sunset yang mengesankan. Sumber Gambar Google Maps Baban Nurzaman28 Tetapi, tidak disarankan bila kamu harus memulai perjalanan malam dengan kondisi jalan seperti ini. Apalagi, banyak jalan bercabang yang sedikit membingungkan. Bisa-bisa kamu tersesat karena salah jalan. Di puncak ini areanya memang tidak terlalu luas. Hanya bisa menampung 5 sampai 7 tenda saja. Oleh karena itu, bla ingin camping diatas jangan lupa datang pagi. Sumber Gambar Google Maps Musafir Misqueen Suhu udara di Burangrang saat malam hari biasanya sangat dingin terutama di musim kemarau. Oleh karena itu, disarankan untuk bawa selimut tebal atau juga jaket agar tidak kedinginan diatas. Kesimpulan Gunung Burangrang menjadi salah satu pendakian yang cukup mengesankan. Panorama perbukitan dan kabut-kabut tipisnya menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Jangan lupa untuk bawa pakaian panjang dan juga dekker karena, tanaman berdurinya cukup membuat kamu kesakitan karena perih sepanjang perjalanan. jadi, sudah siap mendaki Gunung Burangrang? Facts Photos Bagging It! Burangrang is the westernmost of the 2000-metre high peaks north of Bandung. Along with Tangkuban Parahu and Bukittunggul it is the remnants of the ancient Mount Sunda. Burangrang makes an excellent ridge walk and is a very popular mountain given its proximity to the city of Bandung. It is also rather challenging in places. There are two main routes up onto the ridge – from the east at the col known as Pintu Angin and from the south at the tiny village of Legok Haji. At over 1,500m above sea level, Pintu Angin separates Burangrang from neighbouring Tangkuban Parahu. There is a stony track leading from Parompong all the way up to the col and beyond to the beautiful lake of Situ Lembang. Unfortunately this area is used for military exercises and is often closed. Even hikers wishing to climb Burangrang are now asked to request permission’ from Indonesia Special Forces in advance. Therefore it is much better to climb from the south at Legok Haji and either descend the same way or simply claim ignorance at the small building when you descend to Pintu Angin! To get to Legok Haji 1,235m, it is best to take an ojek for the short 3 or 4 km trip from Cisarua. The trail starts at the end of the village track and leads up to the right past some graves and up along a delightful grassy ridge offering a fabulous panorama in all directions. The friendly villagers will point you in the direction if you are lost. After less than an hour you will enter the forest at about 1,450m and encounter a few steep, muddy sections of trail where the use of your hands is required. There are a couple of flattish areas suitable for camping Pos 1 – 1,618m, and Pos 2 – 1,742m but there isn’t much point considering this trail leads directly up to the highest point of the Burangrang ridge and you can be at the top in 2-3 hours total. Just before the summit is an area of recent landslide. Take care both here and on the summit ridge itself as the drops are often several hundred metres! Finally you will reach the grassy top crowned with one of the largest summit pillars in Indonesia. The panorama is superb – Kawah Sunda Purba the ancient Mount Sunda crater to the north, the lake of Situ Lembang visible to the Northeast and the outskirts of the city of Bandung to the south. There is enough space for one tent next to the summit pillar but a better place is just three minutes walk east along the ridge just before a small memorial, presumably to a local climber. This second spot is large enough for 2 or 3 tents and offers even better views of Situ Lembang lake. You can return to Legok Haji in two hours or if you’re feeling adventurous you can explore the eastern part of Burangrang ridge and descend to Pintu Angin. However do be aware that getting an ojek from Pintu Angin is pretty much impossible and you would have to walk for another hour to the ojek post at the end of the stony track in Parompong. After the small memorial stone the ridge descends steeply and suddenly and there is even a short section where you can use a thin rope to help you. The views here are fabulous – a sheer drop on the northern side offering excellent views of other minor peaks that are part of the same mountain range. Beyond the rope section the trail ascends to Burangrang’s eastern top approx. 2,033m, although the main trail actually circumnavigates it. After the eastern top, the trail is steep and muddy as you head down via numerous minor tops to eventually find yourself in pine woodland 1,606m at the base of the mountain. From here head out to the stony track at Pintu Angin 1,533m and walk down towards Parompong where you will be able to find an ojek back into Bandung. Bagging information by Daniel Quinn November 2011 Trail Map For a high quality PDF version of this and other trail maps, please download from our Trail Maps page. Local Accommodation Practicalities Getting there For Legok Haji, head from Bandung to Cimahi and turn up the hillside towards Cisarua. From Cisarua take an ojek or drive along the final 4km of village tracks to Legok Haji difficult to find parking spaces here. For Pintu Angin, drive from Bandung to Parompong and the up the stony track which leads all the way to Situ Lembang lake. Angkots are also available to both Cisarua and and GPS Tracks Want a PDF version for your phone? Looking for a guide? Need GPS tracks and waypoints? Gunung Burangrang information pack can be downloaded planning assistance Would you like Gunung Bagging to personally help you in arranging your whole trip? Please contact us You are supposed to request permission in advance if climbing from Pintu Angin. No permits or official permission required if you hike from Legok Haji so it’s a much better starting sources No water sources found – take enough with you. Local Average Monthly Rainfall mm Location Links and References Wikipedia Indonesia