1 1. Kandang domba itu rumahNya, palungan hewan petiduranNya; lahir dari Bunda Maria Pangeran Mahamulia. Aku pun hendak ke Betlehem, supaya 'ku melihatNya di tempat. yang hina dan rendah, Pangeran Mahamulia. 2. Bintang indah, hai tunjukkanlah di mana Yesus dan palunganNya. Hai gembala, bangun segera menengok Jurus'lamatmu. Namuntempat kelahiran Yesus ini tidak terjadi begitu saja, karena 700 tahun sebelumnya sebuah tanda tentang tempat kelahiran Yesus sudah diberikan: "Dan engkau, hai Menara Kawanan Domba, hai Bukit puteri Sion, kepadamu akan datang dan akan kembali pemerintahan yang dahulu, kerajaan atas puteri Yerusalem" (Mikkha 4:8). MeskipunYesus berulang kali lahir di kandang domba, itu tidak akan bermakna sama sekali jikalau Dia tidak dilahirkan di dalam hati kita masing-masing, dan mempersilahkan Dia meraja di dalam kehidupan kita. Inilah yang mendorong kita saat ini untuk merenungkan bersama peristiwa Natal, peristiwa yang sangat menentukan keselamatan kita semua. RajaHerodes, Yusuf dan Maria, orang Majus, malaikat, dan gembala dan bayi Yesus. Suasana menjadi hening dan nyaman. Menanti kelahiran Yesus di kandang domba. Yusuf dan Maria tidak mendapatkan penginapan sehingga hanya ada kandang domba. Yesus lahir di tempat yang sederhana dibungkus dengan kain lampin di atas palungan. Lukas23:33. TRIBUNMANADO.CO.ID - Setelah mengalami penyiksaan yang mengerikan sejak dari Taman Getsemani sampai dengan melalui pengadilan agama, di hadapan Pilatus, kemudian dibawa kepada Herodes dan kembali lagi ke Pilatus dan proses-proses lainnya, Yesus harus melewati Jalan Salib berat. Dia harus memikul salib-Nya sendiri. Ada»:orang malaikat yang mencmui para gembala di ladang yang sedang menjaga domba-dombanya. Berita suka cita itu pun lalu d&ritakan kepada mcrcka. Kemudian mereka ke kandang domba tempat Yesus lahir. Mereka talu memuji-muji Tuhan segala sesuatu yang telah mereka dengar dan mereka Jika demikian. mari kita juga datang menyembah kepadaNya. Bayiyesus yang lahir di kandang domba dapat dilihat siapa saja. Gambar bayi yesus di kandang. Gua natal ini biasanya digambarkan dengan bentuk 2 dimensi atau berupa gambar ada juga bentuk tiga dimensi berupa patung. Pada hari itu juga maria telah melahirkan yesus. Natal perhiasan merah. DalamLukas 2 : 1 dikatakan bahwa kelahiraan Yesus terjadi di tempat terpencil dan jauh dari keramaian orang. Untuk meneruskan berita itu kepada dunia maka butuh orang yang "terjaga" pada malam itu, merekalah para gembala. Malaikat berbicara kepada para gembala bahwa ada seorang bayi yang lahir di sebuah kandang domba. Mendengar itu Natal25 Desember. Misteri Inkarnatoris, Penjelmaan Allah yang yang begitu "besar dan jauh" menjadi manusia nyata dalam Diri Yesus yang lahir di bumi, di tempat yang kumuh, kotor. Namun demikian kelahiran bayi Yesus di kandang Betlehem itu menjadi awal karya keselamatan dari Allah. Kelahiran Yesus Tuhan selalu dirayakan pada 25 Desember Begitubijaksana Allah memilih tempat lahir-Nya di kandang domba bukan di RS Elishabet atau Hotel berbintang sebagai tempat penginapan-Nya. Sehingga saudara-saudara kita yang tinggal di kolong jembatan pun datang menghapiri-Nya dengan keberanian iman. Yesus lahir di kandang domba, juga di kolong jembatan. LfklpFg. Bagi kita umat Kristiani, bulan natal merupakan bulan yang paling ditunggu-tunggu. Karena bulan natal yang bertepatan di bulan desember, merupakan peringatan kelahiran Yesus Kristus Sang Juru Selamat. Ya, Sang Juruselamat adalah tokoh terpenting dalam kehidupan kita umat Kristiani. Tapi, pernahkah kita berpikir, “mengapa Yesus lahir dikandang domba? Mengapa tidak lahir di Hotel2 mahal, Rumah Sakit termahal, ataudi Rumah mewah? Bukankan Dia punya kuasa untuk memilih dimana Dia lahir?” ya, Tuhan Yesus memiliki kuasa atas itu. Tapi, Dia memilih tempat dikandang domba karena sebuah alasan yang sangat berkesan. Adapun alasan berkesan itu ialah Tuhan Yesus ingin mengajarkan kita tentang hidup sederhana. Dia ingin menunjukkan, bahwa ia juga merasakan bagaimana menjadi manusia sedehana namun, mampu menjadi berkat. Dia ingin saat kita memperingatkan hari kelahiranNya, kita tidak perlu membuang-buang uang untuk perayaan – perayaan mewah. Bahkan selama hidup didunia, Tuhan Yesus tetap memilih hidup sederhana. tidak punya rumah, tidak punya barang-barang mewah, dan hidup sebagai manusia yang tidak memiliki apa-apa didunia. Namun, mampu menjadi dampak yang begitu besar bagi umat manusia. Ia mengajarkan bahwa kesederhanaan yang penuh berkat jauh lebih baik dari pada hidup mewah tapi tidak mampu memberikan sesuatu bagi orang lain. Lalu bagaimana dengan kita? Mampukah kita hidup sederhana dan menjadi berkat bagi banyak orang? Banyak diantara kita belum memaknai arti natal yang sesungguhnya. Kita berpikir bahwa natal adalah perayaan besar yang wajib dilakukan. Dekorasi mewah, konsumsi yang berlimpah, baju-baju baru dan mahal, acara-acara yang semarak, yang hanya menyenangkan hati kita dan orang lain. Kita lupa memperingati hari natal untuk menyenangkan hati Yesus. Bahkan kita berpikir, apa yang harus dilakukan dalam natal, agar banyak orang hadir dan acaranya keren untuk membuat orang-orang yang hadir senang. Kita bahkan hampir lupa untuk berpikir, bagiamana agar orang yang hadir dinatal dapat berubah untuk menjadi berkat. Apa yang bisa diajarkan dalam natal agar semua orang yang hadir dapat melakukan aksi natal untuk orag-orang yang membutuhka? Kita lupa untuk itu. Bukankah sangat lucu, kita mencari dana natal dengan jumlah berjuta-juta bahkan berpuluh juta, dengan waktu lewat dari 30 hari. Tapi, kita menghabiskannya hanya dalam waktu 1 hari untuk sebuah perayaan semata. Dan yang menyedihkan adalah setelah selesai perayaan natal hidup kita tidak ada perubahan. Jalan ditempat atau bahkan jauh lebih buruk. Mengapa? Karena kita tidak memaknai natal yang sesungguhnya. Kita hanya ingin mendengar pujian dan pengakuan dari dunia. bukan melakukan apa yang terbaik bagi Sang Juruselamat. Saudara-saudara yang terkasih dalam nama Yesus, coba baca Matius 2531-46. Disitu jelas sekali dikatakan, bahwa pada hari penghakiman terakhir Yesus menanyakan hal apa yang telah kita lakukan dan berikan kepada orang kelaparan, orang kehausan, tumpangan kepada orang yang membutuhkan, melayani orang-orang yang dipenjara dan sakit. Ketahuilah saat kita kembali kepada-Nya, Dia tidak akan bertanya, perayaan natal apa yang paling semarak atau yang paling mewah yang pernah kita lakukan selama hidup didunia? Berapa uang yang kita keluarkan untuk perayaan natal itu? Tapi, yang Yesus tanya adalah berkat apa yang telah kita bagi untuk banyak orang? seberapa berguna kita selama hidup? Bantuan apa yang sudah kita salurkan bagi mereka yang membutuhkan? Sudahkah kita melakukan perubahan yang baik dalam hidup kita? Sudahkah kita menjadi pemberita dan pelaku FirmanNya? Nah, saudara-saudaraku yang terkasih dalam nama Yesus Kristus, sebagai umat kristiani, marilah kembali kepada makna natal yang sesungguhnya, Memaknai mengapa Yesus lahir dikandang domba dan hidup sederhana selama ada didunia. Tak perlu takut kata-kata manusia yang mengatakan, “ahhkk…. Perayaan natalnya sederhana sekali! Baju natalnya biasa saja! Konsumsinya biasa aja! Dekorasinya gak mewah!” karena Yesus lebih bahagia bila kita merayakan hari kelahiranNya dengan membantu orang banyak. Yesus lebih senang jika kita hidup sederhana namun menjadi berkat dan berguna bagi bagi orang lain dan mampu membantu mereka yang membutuhkan. Ibrani 1316 “dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.” TAHUKAH kau siapa bayi yang mungil ini? Ya, itulah Yesus. Ia baru lahir dalam sebuah kandang. Kandang adalah tempat tinggal binatang. Maria merebahkan Yesus dalam palungan, yaitu tempat makanan bagi keledai dan binatang-binatang lain. Tapi mengapa Maria dan Yusuf tinggal bersama binatang-binatang itu? Itu bukan tempat bayi yang baru lahir, bukan? Memang, bukan. Tapi inilah sebabnya mengapa mereka sampai tinggal di sini Kaisar Agustus, penguasa Roma, membuat undang-undang bahwa semua orang harus pulang ke kota kelahirannya supaya namanya didaftarkan dalam buku. Ya, Yusuf dahulu lahir di Betlehem. Tapi ketika ia dan Maria tiba di sana, tidak ada lagi tempat penginapan bagi mereka. Jadi mereka terpaksa datang ke kandang binatang-binatang ini. Dan justru pada hari itu Maria melahirkan Yesus! Tapi seperti dapat kaulihat, Yesus baik-baik saja. Dapatkah kaulihat para gembala yang datang menemui Yesus? Tadinya mereka di padang rumput pada malam hari menjaga domba-domba, dan cahaya yang sangat terang bersinar sekeliling mereka. Itu tidak lain dari seorang malaikat! Gembala-gembala itu sangat ketakutan. Tapi malaikat itu berkata Jangan takut! Ada kabar baik untuk kalian. Hari ini, di Betlehem, Kristus Tuhan itu telah lahir. Ia akan menyelamatkan orang-orang! Kalian akan menemuinya dibungkus dengan lampin dan berbaring dalam palungan.’ Tiba-tiba banyak malaikat datang dan mulai memuji-muji Allah. Maka segera gembala-gembala ini pergi untuk melihat Yesus, dan sekarang mereka telah menemukannya. Tahukah kau mengapa Yesus begitu istimewa? Tahukah kau siapa ia sebenarnya? Ingat, dalam cerita pertama dari buku ini kau membaca tentang Putra Allah yang pertama. Putra ini bekerja bersama Yehuwa menjadikan langit dan bumi serta segala sesuatu yang lain. Ya, ia adalah Yesus! Ya, Yehuwa memindahkan kehidupan Putranya dari surga ke dalam kandungan Maria. Seketika itu juga seorang bayi mulai bertumbuh dalam kandungannya sama seperti bayi-bayi lain dalam kandungan ibu mereka. Tapi bayi ini adalah Putra Allah. Akhirnya Yesus lahir di sini dalam kandang di Betlehem. Dapatkah kau mengerti sekarang mengapa malaikat-malaikat itu begitu gembira memberitahu kepada manusia bahwa Yesus telah lahir? Lukas 26-20 Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahir- kan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. - Lukas 26-7 Peristiwa kelahiran Tuhan Yesus menjadi peristiwa sangat penting di dunia. Kelahiran Yesus sudah dinubuatkan oleh para nabi. Pemeran utamanya, Yusuf dan Maria, dikunjungi oleh para malaikat secara khusus. Para perintis kehadiran Kristus ke dalam dunia juga sudah direncanakan sedemikian matang. Belum lagi sang bintang fajar yang menuntun orang majus datang untuk memberikan persembahan. Hanya saja, satu pertanyaan yang tidak habis dipikir jawabannya dan perlu dipahami oleh kita semua mengapa Tuhan Yesus lahir harus di kandang domba? Walaupun tidak dicatat secara persis di kandang domba tetapi Alkitab menuliskan Yesus dibaringkan di palungan dan tidak ada tempat di penginapan. Ini berarti merujuk pada kenyataan bahwa bayi Yesus lahir di kandang domba. Karena Kristus hadir untuk semua orang di dunia. Itulah jawaban atas pertanyaan di atas. Bayi Yesus hadir di kandang domba dan dibaringkan di palungan karena ada rencana matang dari Allah Bapa di Sorga. Bukan karena Allah tidak mampu menyediakan tempat di penginapan, tetapi karena kandang domba menjadi tempat yang terbuka bagi semua orang. Karena di kandang dombalah para gembala bisa menyaksikan Sang Juruselamat hadir ke dalam dunia dan bersukacita karenanya. Karena lahir di kandang dombalah, Tuhan Yesus membuka diri-Nya bagi segala golongan orang yang membutuhkan. Tanpa adanya protokol atau batasan-batasan apa pun, semua orang bisa datang kepada-Nya. Yang buta, yang lumpuh, yang hina, dan yang paling utama, semua manusia yang berdosa bisa datang menghampiri dan menyambut kelahiran Tuhan Yesus. Saudara-saudaraku yang terkasih, kita harus bersyukur bahwa kehadiran Yesus di kandang domba membuka kesempatan bagi kita semua untuk datang kepada-Nya. Dia datang bagi kita semua yang membutuhkan Juruselamat untuk membebaskan kita dari ikatan belenggu dosa, memperoleh kelepasan dari kesesakan pergumulan dunia ini, memberikan penghiburan tatkala kita jatuh dalam dukacita, dan memberikan tempat yang terbaik di sorga nan mulia. Sekarang, maukah kita juga menyediakan hati dan diri kita bagi Kristus? Refleksi diri Apakah Anda bersyukur atas kelahiran Yesus di dunia? Apa makna kehadiran-Nya bagi Anda? Sudahkah Anda menyediakan tempat di dalam hati bagi Yesus, Sang Juruselamat pribadi Anda?